Tulisan ini saya kutip tanpa izin dan tanpa maksud komersil dari cerpen Perempuan Abu-abu di buku kumpulan cerpen Laki-laki yang Salah karya Lan Fang.
Menurutmu, siapakah Yudistira?
Yudistira? Hmm...ia pandawa tertua. Ia paling bijaksana.
Oh, begitu menurutmu?
Ya, cuma Yudistira yang mencapai nirwana. Cuma Yudistira dan seekor anjing
Kalau begitu, Yudistira, pandawa tertua yang bijaksana itu sama dengan anjing!
Lho?!
Apa bukan anjing namanya...kalau Yudistira mempertaruhkan Drupadi, istrinya, di atas meja dadu hanya untuk Astinapura?! Apa bukan anjing namanya...kalau Yudistira hanya duduk terpana ketika Drupadi ditelanjangi Duryudana?! Apa bukan anjing namanya...kalau harga diri Yudistira lebih mahal daripada harga Drupadi, belahan jiwanya?
Lalu menurutmu, siapa Drupadi?
Ng...Drupadi...istri yang setia. Ia mengikuti Pandawa menjalani hukuman kalah judi dibuang ke hutan berpuluh-puluh tahun lamanya tanpa berkeluh kesah. Ia bahkan bersumpah tidak akan menyanggul rambutnya sebelum keramas darah Duryudana.
Oooo, begitu menurutmu...Drupadi begitu putih. Menurutmu, kalau dia begitu setia dan putih...kenapa dia tidak bisa mencapai nirwana?
Menurutmu, apakah Drupadi tidak bisa mencapai nirwana karena ia berselingkuh dan tidur dengan lima pandawa? Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa sekaligus? Karena ia kotor? Karena ia hitam?
Atau, menurutmu, apakah Drupadi tidak bisa mencapai nirwana karena ternyata ia berselingkuh batin dengan lebih mencintai Arjuna daripada Yudistira, suaminya?
Lalu menurutmu, apakah Drupadi itu pelacur???
CATATAN: Jadi...sebenernya, blog ini pro poliandri ato koalisi anti lembaga pernikahan sih? hahaha...!